Hari / Tanggal : Selasa, 20 Mei 2010
Hidrolisis Garam
Tujuan : Mengamati sifat larutan dari beberapa larutan garam
Alat dan bahan :
1. Pipet tetes
2. Kertas lakmus merah dan lakmus biru
3. Larutan KCl 0,1 M
4. Larutan NH4Cl 0,1 M
5. Larutan CH3COONa 0,1 M
6. Larutan CH3COONH4 0,1 M
7. Larutan Al2(SO4)3 0,1 M
Langkah Kerja :
- Masukkan beberapa tetes larutan garam ke dalam pelat tetes
- Periksa masing – masing larutan dengan lakmus merah dan lakmus biru
- Amati perubahan warna kertas lakmus
- Catat hasil pengamatan dari percobaan di atas
Hasil Pengamatan :
| Larutan | Perubahan Warna Indikator | pH | Ket. | |
| Lakmus Merah | Lakmus Biru | >7 atau <7 atau ="7 | ||
| KCl | Merah | Biru | =7 | Netral |
| NH4Cl | Merah | Merah | <7 | Asam |
| CH3COONa | Biru | Biru | >7 | Basa |
| NH4CH3COO | Merah | Biru | =7 | Netral |
| Al2(SO4)3 | Merah | Merah | <7 | Asam |
1
Pertanyaan :
- Tuliskan rumus basa atau asam pembentuk garam – garam tersebut, golongkan asam kuat / asam lemah atau basa kuat / basa lemah serta sifat larutan
| Garam | Basa Pembentuk | Asam Pembentuk | Sifat Larutan Garam | ||
| Rumus | Golongan | Rumus | Golongan | Asam/Basa/Netral | |
| KCl | KOH | B. Kuat | HCl | A. Kuat | Netral |
| NH4Cl | NH4OH | B. Lemah | HCl | A. Kuat | Asam |
| CH3COONa | NaOH | B. Kuat | CH3COOH | A. Lemah | Basa |
| NH4CH3COO | NH4OH | B. Lemah | CH3COOH | A. Lemah | Netral |
| Al2(SO4)3 | AlOH3 | B. Lemah | H2SO4 | A. Kuat | Asam |
Pengembangan Materi :
Garam merupakan senyawa ion, yang terdiri dari kation logam dan anion sisa asam. Kation garam dapat dianggap berasal dari suatu basa, sedangkan anionnya berasal dari suatu asam. Jadi, setiap garam mempunyai komponen basa (kation) dan komponen asam (anion).
Sifat larutan garam bergantung pada kekuatan relative asam – basa penyusunnya.
ü Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral
ü Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam
ü Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa
ü Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisasi asam dan ionisasi basanya (Ka dan Kb)
Ka > Kb : bersifat asam
Ka < style=""> : bersifat basa
Ka = Kb : bersifat netral
Sifat larutan garam dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis.
2
Pengembangan Materi :
Larutan penyangga adalah suatu larutan yang dapat mempertahankan
harga pH. Larutan penyangga disebut juga buffer atau dapar.
Larutan penyangga terdiri dari :
a. Penyangga asam → Asam lemah + basa konjugasi
Larutan penyangga asam mempertahankan pH pada daerah asam (pH <>
b. Penyangga basa → Basa lemah + asam konjugasi
Larutan penyangga basa mempertahnkan pH pada daerah basa (pH > 7 )
Komponen larutan penyangga adalah campuran asam lemah dan basa konjugasinya (garamnya) / basa lemah dan asam konjugasinya (garamnya).
Asam basa konjugasi Bronsted – Lowry merupakan pasangan asam basa yang tidak saling bereaksi. Akan tetapi, pasangan asam basa ini mampu menangkap asam / basa yang ditambahkan ke dalam larutan penyangga sehingga pH larutan tidak berubah selama asam / basa yang ditambahkan jumlahnya sedikit. Sebenarnya, penambahan sedikit asam / basa ke dalam larutan penyangga menimbulkan sedikit perubahan pH, tetapi perubahan pH ini sangat kecil sehingga pH larutan dianggap tidak berubah.
Menghitung pH larutan penyangga :
- [ H+ ] = Ka x

- [ OH- ] = Kb x

Larutan penyangga berperan dalam penting dalam cairan tubuh dan
dalam berbagai proses yang menunutut trayek / rentang pH yang sempit.
3
Kesimpulan :
Dari prinsip kerja larutan penyangga ini dapat kita simpulkan hal – hal sebagai berikut :
- Penambahan sedikit asam / basa / pengenceran terhadap larutan penyangga tidak mengubah ph suatu larutan yang mengandung penyangga tersebut
- Kemampuan larutan penyangga dalam mempertahankan pH suatu larutan bergantung pada jumlah mol komponen larutan penyangga tersebut
Ø Larutan penyangga adalah suatu larutan yang dapat mempertahankan
harga pH, atau dengan kata lain larutan penyangga adalah larutan yang pH-nya praktis tidak berubah meskipun ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau diencerkan. Larutan penyangga disebut juga buffer atau dapar.
Ø Larutan penyangga adalah larutan yang pH-nya praktis tidak berubah
meskipun ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau diencerkan.
Ø Contoh larutan penyangga adalah CH3COOH + NaCH3COO.
